SHARE
Saat ibu datang ke Jakarta akhir pekan kemarin, saya mengajak beliau jalan-jalan naik moda transportasi MRT paling canggih yang baru diresmikan presiden tahun ini. Betapa tampak senang wajah beliau, suatu hal sederhana tapi buat ibu terasa sangat mewah.
.
Saya jadi teringat sebuah hadits yang dulu pernah diajarkan guru-guru di madrasah kampung. Hadits tentang keutamaan berbakti kepada ibu dari jalur Mu’awiyah bin Jahimah, diriwayatkan oleh beberapa perawi di antaranya Imam Ahmad, an-Nasai Ibnu Majah, at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir yang dikuatkan Imam al-Hakim serta ad-Dzahabi.
.

الْجَنَّة تَحْت أَقْدَام الْأُمَّهَات

“Surga berada di bawah telapak kaki ibu.”
.
Hadits tersebut menegaskan bahwa seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia hingga seolah-olah surga yang begitu indah dan agung saja tidak lebih tingggi daripada seorang ibu karena diibaratkan berada di bawah telapak kakinya.
.
Hadits tersebut mengingatkan kita sebagai seorang anak bahwa tidak mungkin seorang anak bisa masuk surga tanpa ketundukan kepada seorang ibu atau memuliakan kedua orang tua kita.
.
Mari kita senantiasa menghormati dan memuliakan kedua orang tua kita agar kita bisa menjadi orang yang selamat dunia dan akhirat. Jangan sampai hidup kita penuh dengan penyesalan terutama ketika orang tua kita sudah berpulang ke rahmatulloh.
.
Tujuh Adab Seorang Anak Kepada Orang Tua
.
Menurut Imam al-Ghazali sebagaimana disebutkan dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 444), sekurang-kurangnya ada tujuh adab anak kepada orang tua sebagai berikut:
.
1. Mendengarkan kata-kata orang tua;
2. Berdiri ketika mereka berdiri;
3. Mematuhi sesuai perintah-perintah mereka;
4. Memenuhi panggilan mereka;
5. Merendah kepada mereka dengan penuh sayang dan tidak menyusahkan mereka dengan pemaksaan;
6. Tidak mudah merasa capek dalam berbuat baik kepada mereka dan tidak sungkan melaksanakan perintah-perintah mereka;
7. Tidak memandang mereka dengan rasa curiga dan tidak membangkang perintah mereka.
.
Semoga kita bisa senantiasa diberikan hidayah Allah SWT untuk menjalankan salah satu amal kebaikan sekaligus tanda bakti birrul walidayn kita yaitu berdoa sebagaimana dalam kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Utsman bin Yahya (1822 M-1913 M), Perukunan Melayu, dan Majmuk Syarif.

 رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

“Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

Aamiin.. yaa mujiibas saailiin.

Ustadz Tamam Khaulani l Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Imany dan Raudhatul Imany Bintaro Tangerang Selatan

———

Bantu kami mengembangkan Yayasan AL IMAN yang sedang membangun Pondok Pesantren Baitul Imany (santri putra) & Raudhatul Imany (santri putri) di belakang Kampus PKN STAN dan Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dengan mengirimkan DONASI

Rekening Mandiri 164-00-0303925-4 a.n. AL IMAN PKN STAN

Contact Person Whatsapp 0857 8463 8245

Facebook : Buletin AL IMAN

Instagram : AL IMAN ORG

Youtube : AL IMAN

LEAVE A REPLY