SHARE
dokumentasi ahaber

Potonglah,
Biarkan darah itu bercucuran,
dan jatuh ke dekapan bumi
Toh, malaikat-malaikat sebanyak tetesan itu
dan ketakwaan yang akan terbang

Sembelihlah,
Sembelihlah binatang dalam diri ini
Goroklah hewan buas dalam pikiranku
Potong-potonglah makluk malas dari hatiku

Rogohlah jeroan dari dalam dadaku
Keluarkan semua yang ada di rongga itu
Ambillah jantung, paru, dan hatiku
Tapi jangan empedu, itu pahit bagimu
kecuali engkau menginginkan itu,
terserah, apa saja yang menyenangkanmu

Cacah-cacah!
Iris-iris hati itu!
kalau butuh goreng saja untuk makanan penutupmu!
Jika itu dirasa perlu, lakukan apa saja maumu!
Jika kematian memang lebih baik bagiku,
aku ingin mati dalam kepasrahanku

Aku tak tahu telah sampai mana perjalanan ini
Aku tak tahu sejauh mana telah melangkah
Bahkan, aku tak ingat ke mana saja tapak membawa raga
Apakah aku sudah sering ke rumah-Nya

Sudah jauhkah aku lari dari dunia
Sudah begitu dekatkah dengan saatnya
Ataukah langkahku mundur,
dan aku tertipu dengan perjalanan yang sia-sia dan merugi
dan mengira sudah dekat dengan-Nya

Aku belum tahu, ini lelah atau bosan saja
Mata yang mengantuk dan hati yang tidur
Badan yang pegal dan jiwa yang gemetar
oleh waktu, aku terlewati begitu
dia tak menyapaku, dan setelah dia meninggalkanku
jauh dariku, aku merasa dia mengejekku

Dengan batu,
kulempari diriku sampai bisu
Sampai tak bisa lagi mengucap “aku”
Yang ada hanya Dia,
hamba ini fana, sebenarnya tidak ada

Muhammad Zawawi l Salah satu penulis di buku ‘Jendela Rindu: Sebuah Kumpulan Puisi’ dengan judul asli ‘Sembelih Saja!’

———

Bantu kami mengembangkan Yayasan AL IMAN yang sedang membangun Pondok Pesantren Baitul Imany (santri putra) & Raudhatul Imany (santri putri) di belakang Kampus PKN STAN dan Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dengan mengirimkan DONASI

Rekening Mandiri 164-00-0303925-4 a.n. AL IMAN PKN STAN

Contact Person Whatsapp 0857 8463 8245

Facebook : Buletin AL IMAN

Instagram : AL IMAN ORG

Youtube : AL IMAN

LEAVE A REPLY