SHARE
Dokumentasi Arif Firmansyah Antara

Tanya

Assalamualaikum Ustadz. Orang tua bos saya mau berangkat haji tetapi dia punya penyakit beser. Apakah diperkenankan memakai popok dewasa? Bagaimana dengan najisnya?

Popok kan ada jahitannya, sedangkan saat ihrom tidak boleh memakai kain yang berjahit. Mohon pencerahannya. (Udin, Tuban Jawa Timur)

Jawab

Sahabat Udin yang budiman. Beser itu adalah keinginan buang air kecil secara terus menerus. Tidak bisa ditahan. Terkait hal ini ada beberapa permasalahan ketika orang yang beser melaksanakan ibadah haji:

1. Bolehkah Ihrom memakai kain yang ada jahitannya?

a. Haram. Kecuali ada udzur/halangan yang menyebabkan seseorang tidak bisa beribadah secara normal.

b. Boleh memakai kain yang ada jahitannya, jika memang ada udzur. Namun tetap dikenai fidyah (DAM/Denda) jika masih ada alternatif lain yang bisa diganakan. Misalnya dalam kasus ini, memakai popok yang tidak ada jahitannya.

c. Tidak wajib membayar fidyah jika memang tidak ada cara lain dalam mengatasi permasalahan tersebut. Misalnya tidak ditemukan popok khusus yang tidak ada jahitannya, maka boleh memakai popok berjahit tanpa bayar fidyah. Tapi harus ada usaha terlebih dahulu mencari alternatif lainnya seperti poib 1B.

2. Bolehkah Ihrom memakai kain yang ada najisnya?

Boleh. Ihrom pakai kain yang ada najisnya tidak menjadi masalah karena suci dari najis bukan syarat ihrom. Wanita yang sedang keluar darah haid pun bisa berihrom saat haji/umroh.

3. Sahkah mengerjakan rukun haji dengan dengan membawa najis?

Sah dan tidak masalah. Kecuali thawaf (mengelilingi kakbah selama 7 kali). Dari seluruh rukun haji hanya thawaf yang membutuhkan suci badan dan suci pakaian dari hadats/najis.

Solusi untuk orang yang beser, saat hendak thawaf perlakuannya sama dengan orang yang hendak shalat. Yaitu setelah bersesuci (cebok) kemudian menyumbat lubang tempat keluarnya najis (bagi perempuan) dan mengikat kemaluan (bagi laki-laki). Setelah itu berwudlu seperti biasa dan segera melakukan thawaf/shalat.

Wallahu a’lam bishowab.

Ustadz Ichsan NafarinPengasuh Kajian Fiqh Al Iman dan Pengajar di Pondok Pesantren Baitul Imany & Raudhatul Imany Bintaro

———

Bantu kami mengembangkan Yayasan AL IMAN yang sedang membangun Pondok Pesantren Baitul Imany (santri putra) & Raudhatul Imany (santri putri) di belakang Kampus PKN STAN dan Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dengan mengirimkan DONASI

Rekening Mandiri 164-00-0303925-4 a.n. AL IMAN PKN STAN

Contact Person Whatsapp 0857 8463 8245

Facebook : Buletin AL IMAN

Instagram : AL IMAN ORG

Youtube : AL IMAN

LEAVE A REPLY