SHARE
Awal tahun 2019 lalu, Masjid Ash Shaff Emerald Bintaro Pondok Aren Tangerang Selatan viral di media sosial karena adanya pemberhentian kegiatan keagamaan, yaitu Yasinan dan hadroh tarian sufi oleh Wahabi. Kejadian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan amaliah jamaah NU dan Wahabi di masjid tersebut.
.
Mediasi yang dilakukan pihak kepolisian, Kementerian Agama, dan masyarakat setempat pada 10 Februari 2019 pada akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama. Yakni, jamaah masjid diperbolehkan mengadakan kegiatan Yasinan, Tahlilan, dan pembacaan Maulid Nabi.
.
Ustadz Subhan, Ketua Alumni Ikatan Mahasiswa Nahdliyin Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (Al Iman STAN) melihat peluang dakwah dalam kasus ini. Ia mengajak para alumni STAN untuk ikut meramaikan kegiatan Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di Masjid Ash Shaff agar tidak dikuasai Wahabi.
.
“Saya harap teman-teman AL IMAN bisa meluangkan waktu untuk ikut Yasinan dan Tahlil setiap Rabu malam di Masjid Ash Shaff,” imbau pria berkacamata itu di Pondok Aren, Rabu (24/7).
.
“Ini adalah salah satu upaya kita agar Aswaja tetap ramai di Pondok Aren,” lanjutnya.
.
Senada dengan Ustadz Subkhan, Ustadz Fauzi sebagai penggagas kegiatan Majelis Yasinan Ash Shaff (Mayasa) mengucapkan terima kasih kepada Al Iman karena mendatangkan jamaah. Ia bercerita, betapa sulitnya mengumpulkan jamaah di awal-awal mendirikan Mayas.
.
“Awalnya jamaah kami hanya ada empat orang. Alhamdulillah, seiring adanya kejadian viral itu dan kepedulian Nahdliyin, jamaah Mayas sekarang ini semakin bertambah hingga mencapai lebih 40 orang,” kata ustadz yang juga pentolan Banser Ansor Tangsel.
.
Ustadz Fauzi bercita-cita, di masa depan Mayasa bisa berkembang lebih baik sehingga kegiatan aswaja di Masjid Ash Shaff semakin semarak.
.
“Insyaallah mohon doa, semoga apa yang sudah kita lakukan selama ini bisa istiqomah dan nantinya dapat menarik banyak jamaah,” pungkasnya.
.
Berdasarkan pengamatan NU Online, saat ini warga Emerald Bintaro sudah mulai peduli dengan amaliah Aswaja. Di antaranya adalah Haji Wawan sebagai koordinator dibantu dengan Dicky sebagai sekretaris untuk menggerakkan warga.

LEAVE A REPLY