SHARE
Mahar Cincin Nikah (foto: beritagar)

Tanya

Assalamualaikum Ustadz. Saya mau tanya, sejatinya mahar dalam pernikahan bentuknya apa? Uang tunai, emas batangan, atau boleh yang lain?

Saya sering mendengar saat ijab qabul ada pengucapan mahar seperangkat alat sholat dan sebagainya, bagaimana hukumnya? (Safinda, Jakarta)

Jawab

Alhamdulillah. Mahar itu bisa dalam bentuk apa saja. Bahkan dalam bentuk pengajaran agama atau bacaan Al-Qur’an pun boleh. Menurut Madzhab Syafi’i, tidak ada batas minimal untuk mahar yang penting sesuatu itu bernilai atau berharga untuk dijadikan mahar (termasuk seperangkat alat salat).

Dalilnya adalah Surah An-Nisaa’ ayat 24:

وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ ۚ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً

“Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban”

Kalimat “dengan hartamu” (بِأَمْوَالِكُمْ) dalam ayat ini lafadznya umum tanpa dibatasi dengan jumlah tertentu.

Selain itu ada hadits Nabi SAW dari Sahal bin Sa’ad RA, ia berkata:

“Seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, aku datang untuk menyerahkan diriku kepadamu. Lalu Rasulullah SAW. memandang perempuan itu dan menaikkan pandangan serta menurunkannya kemudian beliau mengangguk-anggukkan kepala. Melihat Rasulullah SAW. tidak memutuskan apa-apa terhadapnya, perempuan itu lalu duduk.

Sesaat kemudian seorang sahabat beliau berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, jika engkau tidak berkenan padanya, maka kawinkanlah aku dengannya. Rasulullah SAW. bertanya: Apakah kamu memiliki sesuatu? Sahabat itu menjawab: Demi Allah, tidak wahai Rasulullah! Beliau berkata: Pulanglah ke keluargamu dan lihatlah apakah kamu mendapatkan sesuatu?

Maka pulanglah sahabat itu, lalu kembali lagi dan berkata: Demi Allah aku tidak mendapatkan sesuatu! Rasulullah SAW. bersabda: Cari lagi walaupun hanya sebuah cincin besi! Lalu sahabat itu pulang dan kembali lagi seraya berkata: Demi Allah tidak ada wahai Rasulullah, walaupun sebuah cincin dari besi kecuali kain sarung milikku ini! Sahal berkata: Dia tidak mempunyai rida’ (kain yang menutupi badan bagian atas). Berarti wanita tadi hanya akan mendapatkan setengah dari kain sarungnya.

Rasulullah SAW bertanya: Apa yang dapat kamu perbuat dengan kain sarung milikmu ini? Jika kamu memakainya, maka wanita itu tidak memakai apa-apa. Demikian pula jika wanita itu memakainya, maka kamu tidak akan memakai apa-apa. Lelaki itu lalu duduk agak lama dan berdiri lagi sehingga terlihatlah oleh Rasulullah ia akan berpaling pergi.

Rasulullah memerintahkan untuk dipanggil, lalu ketika ia datang beliau bertanya: Apakah kamu bisa membaca Alquran? Sahabat itu menjawab: Saya bisa membaca surat ini dan surat ini sambil menyebutkannya satu-persatu. Rasulullah bertanya lagi: Apakah kamu menghafalnya? Sahabat itu menjawab: Ya. Lalu Rasulullah SAW. bersabda: Pergilah, wanita itu telah menjadi istrimu dengan mahar mengajarkan surat Alquran yang kamu hafal. (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

Wa Allah A’lam. Semoga bermanfaat.

Ustadz Dr. Dawud Arif Khan l Pengasuh Yayasan Al Iman PKN STAN

———

Bantu kami mengembangkan Yayasan AL IMAN yang sedang membangun Pondok Pesantren Baitul Imany (santri putra) & Raudhatul Imany (santri putri) di belakang Kampus PKN STAN Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan dan Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dengan mengirimkan DONASI

Rekening Mandiri 164-00-0303925-4 a.n. AL IMAN PKN STAN
Contact Person Whatsapp 0857 8463 8245

Facebook : Buletin AL IMAN
Instagram : AL IMAN ORG
Youtube : AL IMAN

LEAVE A REPLY