SHARE
Keturunan yang Sholeh dan Sholehah

Nabi Ibrahim AS punya do’a mustajab yang sangat indah untuk dilafalkan orang yang ingin mempunyai keturunan sholeh/sholehah. Do’a inilah yang selalu dibaca oleh para kyai, ustadz, dan sebagian besar umat muslim ketika selesai melakukan sholat ataupun kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Bagaimana kalimatnya?

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon: 74)

Doa ini selalu dibaca oleh orang-orang yang menginginkan dua hal berikut:

Pertama, doa ini dibaca oleh orang-orang yang menginginkan pasangan hidup dan berharap diberi keturunan. Mereka yang berdoa’a berharap agar selalu berbahagia bersama pasangan dan keturunannya, tidak hanya dalam duniawi tapi juga ketaatan kepada Allah SWT. Sehingga kebersamaan tersebut, tetap berlanjut hingga ke akhirat kelak.

Kedua, dengan doa ini mereka ingin dipertemukan dengan keluarganya, baik dengan pasangan (suami/istri) maupun putra-putrinya kelak di surga Allah SWT. Subhanallah, semoga kita termasuk golongan yang memperoleh barokah dari doa tersebut, Aamiiin.

Untuk mencapai tujuan atau keinginan dari do’a diatas, tentunya harus dibarengi dengan beberapa ikhtiar. Salah satunya adalah dengan berusaha membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrohmah.

Sakinah dalam konteks berkeluarga adalah membangun keluarga yang bisa saling melengkapi satu sama lain, menghormati perbedaan satu sama lain, memaklumi segala kekurangan yang dimiliki oleh anggota keluarga lainnya, dan menekankan berjalannya konsepsi hak dan kewajiban yang dimiliki setiap unsur dalam keluarga.

Imam Nawawi dalam kitab ‘Uqûd al-Lujjayn al-Nawawi, menerangkan bahwa kewajiban suami adalah hak isteri begitupun sebaliknya kewajiban isteri merupakan hak suami.

Pondasi penting lain yang perlu dibangun untuk mendirikan bangunan keluarga sakinah adalah membangun komunikasi yang baik. Yaitu dengan menggunakan redaksi kalimat yang baik dan mudah mengerti secara terus menerus, sebagaimana tersirat dalam bait pertama Kitab Alfiyah Ibnu Malik.

كَلاَمُــنَا لَفْــظٌ مُفِيْدٌ كَاسْــتَقِمْ ¤ وَاسْمٌ وَفِعْلٌ ثُمَّ حَرْفٌ الْكَلِمْ

Kalam (menurut) kami (Ulama Nahwu) adalah lafadz yang memberi pengertian. Seperti lafadz “Istaqim!”. Isim, Fi’il dan Huruf adalah (tiga personil) dinamakan Kalim.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) menjelaskan tentang adab seorang suami terhadap istri sebagai berikut:

Adab suami terhadap Istri, yakni:
1. berinteraksi dengan baik
2. bertutur kata yang lembut
3. menunjukkan cinta kasih
4. bersikap lapang ketika sendiri
5. tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan
6. memaafkan jika istri berbuat salah
7. menjaga harta istri
8. tidak banyak mendebat
9. mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil
10. memuliakan keluarga istri
11. senantiasa memberi janji yang baik
12. dan selalu bersemangat terhadap istri.”

Berikutnya masih dalam kitab yang sama, di halaman 444 disebutkan sebagai berikut.
Adab orang tua terhadap anak, yakni:
1. membantu mereka berbuat baik kepada orang tua
2. tidak memaksa mereka berbuat kebaikan melebihi batas kemampuannya
3. tidak memaksakan kehendak kepada mereka di saat susah
4. tidak menghalangi mereka berbuat taat kepada Allah SWT
5. tidak membuat mereka sengsara disebabkan pendidikan yang salah

Semoga kita semua senantiasa diberikan hidayah oleh Allah SWT untuk membawa keluarga kita menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrohmah. Lebih-lebih bisa membawa keluarga kita menjadi keluarga yang maslahah, yaitu sebuah keluarga yang bisa memberi kemaslahatan (kebaikan). Tidak hanya bagi anggota keluarganya sendiri namun juga mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat di sekitar, seperti tetangga, lingkungan, dan bahkan bagi bangsa Indonesia.

Aamiiin.. ya Mujiibas saa’iliin…

Ustadz Tamam Khaulani l Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Imany dan Raudhatul Imany Bintaro Tangerang Selatan

———

Bantu kami mengembangkan Yayasan AL IMAN yang sedang membangun Pondok Pesantren Baitul Imany (santri putra) & Raudhatul Imany (santri putri) di belakang Kampus PKN STAN Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan dan Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dengan mengirimkan DONASI

Rekening Mandiri 164-00-0303925-4 a.n. AL IMAN PKN STAN
Contact Person Whatsapp 0857 8463 8245

Facebook : Buletin AL IMAN
Instagram : AL IMAN ORG
Youtube : AL IMAN

LEAVE A REPLY