SHARE
dokumentasi tribunnews

Tanya

Assalamualaikum Ustadz. Saya mau tanya. Apa sih manfaat kita kirim do’a ke orang yang sudah meninggal? Apakah do’a kita sampai kepada mereka? Terima kasih. (Hamba Allah, Surabaya)

Jawab

Sebenarnya ada banyak sekali manfaat kirim do’a kepada orang yang sudah meninggal. Terlebih lagi kalau yang meninggal tersebut adalah orang tua, kakek-nenek, atau saudara-saudara kita. Salah satu cara berbakti kepada orang tua yang sudah tiada adalah mendoakannya, kirim al fatihah dan do’a apa saja yang kita bisa.

Imam Nawawi berkata dalam kitab Al Adzkar: ulama’ telah bersepakat bahwa do’a untuk mayyit bisa memberikan manfaat bagi mereka dan pahala atas do’a tersebut sampai kepada mereka.

Artinya apa? Do’a yang kita kirimkan insyaallah bermanfaat untuk si mayit dan sampai kepada mereka. Itu Imam Nawawi yang bilang di Al Adzkar.

Lantas do’a yang bagaimana yang seharusnya kita kirimkan?

Doa dan permohonan ampunan (istighfar). Sebab hadiah paling baik dari orang hidup kepada yang meninggal dunia adalah doa dan permohonan ampunan.

هَدَايَا الْأَحْيَاءِ لِلْأَمْوَاتِ الدُّعَاءُ وَالْإِسْتِغْفَارُ

“Hadiah orang-orang yang masih hidup kepada orang-orang yang telah meninggal dunia adalah doa dan memintakan ampunan kepada Allah (istighfar) kepada mereka,” (Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Fikr, tt, halaman 281).

Dalam kitab yang sama, Syekh Nawawi Al-Bantani bercerita bagaimana keadaan orang yang sudah meninggal di dalam kubur. Bahwa di dalam kubur, orang yang sudah meninggal dunia ibarat orang tenggelam yang meminta pertolongan berupa doa. Mereka sedang menunggu doa dari anak-anaknya, saudaranya, atau temannya. Doa-doa seperti itu lebih si mayit sukai daripada harta dunia dengan seluruh isinya.

رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ مَا الْمَيِّتُ فِي قَبْرِهِ إِلَّا كَالْغَريقِ الْمُغَوَّثِ-بِفَتْحِ الْوَاوِ الْمُشَدَّدَةِ أَيْ الطَّالِبِ لِأَنْ يُغَاثَ-يَنْتَظِرُ دَعْوَةً تَلْحُقُهُ مِنِ ابْنِهِ أَوْ أَخِيهِ أَوْ صَدِيقٍ لَهُ فَإِذَا لَحِقَتْهُ كَانَتْ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Tidak ada mayit yang berada dalam kuburnya kecuali ia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan—kal ghariqil mughawwats dengan diharakati fathah pada huruf wawunya yang bertasdid, yaitu orang yang meminta pertolongan—ia menunggu setetes doa yang yang dikirimkan anaknya, saudara, atau temannya. Karenanya ketika ia mendapatkan doa, maka hal itu lebih ia sukai dibanding dunia dengan seluruh isinya,” (Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Fikr, tt, halaman 281).

Apa dalil Alqur’an yang digunakan untuk mendukung pendapat ini?

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ

“Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan suadara-saudara kami yang telah beriman terlebih dulu dari kami,” (QS Al-Hasyr ayat 10).

Imam Nawawi memberikan tafsir QS Al-Hasyr ayat 10 tersebut bahwa para ulama sudah sepakat akan manfaat krim do”a kepada orang yang sudah meninggal dunia dan akan sampai kepada mereka.

اَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى اَنَّ الدُّعَاءَ لِلْاَمْوَاتِ يَنْفَعُهُمْ وَيَصِلُهم ثَوَابُهُ وَاحْتَجُّوا بِقَوْلِهِ تَعَالَى وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ

“Para ulama sepakat bahwa doa untuk orang-orang yang telah meninggal dunia akan memberikan manfaat kepada mereka dan akan sampai juga pahalanya kepada mereka. Para ulama ini berdalil dengan firman Allah SWT, ‘Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan suadara-saudara kami yang telah beriman terlebih dulu dari kami,’ (Al-Hasyr ayat 10),’” (Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Adzkar An-Nawawiyyah, Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyah, cet ke-1, 1425 H/2004 M, halaman 180).

Syekh Husain Al Mahalli dalam kitab Kasyful Litsam menerangkan bagaimana kesepakatan imam 3 madzhab tentang pahala bacaan alquran yang dikirim ke si mayit. Bahwa kirim do’a dengan niat menghadiahkan pahala bacaan untuk mayit adalah sesuatu hal yang diperbolehkan.

وقال حسين المحلى فى كشف اللثام : يحصل ثواب القراءة للميت بمجرد قصده بها وهو مذهب الأئمة الثلاثة، وكذا القراءة بحضرة الميت أو بنية القارىء ثواب قراءته له أو بدعائه له عقب القراءة. ومنها: اللهم أوصل ثواب ما قرأناه إلى فلان، ولو قال بعده: ثم إلى أموات المسلمين اها.

Syekh Husain Al Mahalli berkata dalam kitab Kasyful Litsam: pahala qiro’ah (bacaan quran termasuk dzikir) bisa diperoleh mayit dengan sekedar membaca terhadap bacaan tersebut, ini adalah pendapat 3 madzhab. Demikian juga membaca di dekat mayit, atau dengan meniatkan menghadiahkan pahala bacaan untuk mayit atau dengan mendo’akan mayit kepada Allah SWT setelah membaca dzikir/qur’an tersebut. Diantaranya: Allahumma Aushil Tsawaaba maa qoro’naa hu ilaa fulan meski setelahnya dia berdoa: tsumma ilaa amwaatil muslimin.

Pendapat Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim tentang Kirim Do’a ke Mayit

Ibnu Taimiyah juga menjelaskan manfaat bacaan Alqur’an ini kepada si mayit, “Sesungguhnya orang yang telah meninggal dunia mendapatkan manfaat dari bacaan al-Qur’an, sebagaimana manfaat yang diperolehnya dari ibadah maliyah (yang berkaitan dengan harta) seperti sedekah.”

Penjelasan lain, Ibnu Qoyyim dalam kitab ‘Ar-Ruh’ menyatakan bahwa hadiah yang paling utama diberikan kepada mayyit atau orang yang telah meninggal dunia adalah sedekah, bacaan istighfar dan doa, serta ibadah haji untuknya.

Wallahualam bisshowaab.

Ustadz Randyadifta Fahmi l Pengasuh Bengkel Fiqh Surabaya

———

Bantu kami mengembangkan Yayasan AL IMAN yang sedang membangun Pondok Pesantren Baitul Imany (santri putra) & Raudhatul Imany (santri putri) di belakang Kampus PKN STAN dan Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dengan mengirimkan DONASI

Rekening Mandiri 164-00-0303925-4 a.n. AL IMAN PKN STAN

Contact Person Whatsapp 0857 8463 8245

Facebook : Buletin AL IMAN

Instagram : AL IMAN ORG

Youtube : AL IMAN

LEAVE A REPLY